KEKUATAN PERSEPSI
Apabila kita mendengar kata "persepsi" sejenak hal yang muncul di dalam benak kita adalah tentang suatu cara pandang. Persepsi merupakan sebuah kata singkat dan sederhana yang terdiri dari delapan huruf yang dirangkai dan memiliki makna yang sangat berarti. Dari kata yang sederhana tersebut dapat mempengaruhi seseorang dalam menjalani hidupnya. Yup, that's why I wrote about perception in this time. It is so simple but it greatly affects someone behavior in the face of a situation. Di dalam perkuliahan dengan Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. yang saya dapatkan, dipaparkan jelas mengenai apa yang maksud dengan persepsi. Pada saat itu diberikan contoh seperti berikut:
Dalam suatau malam, ada dua orang perempuan lewat di pemakaman (let say : Ani dan Nina). Ani merupakan seorang wanita yang pemberani dan selalu berpikir positif sedangkan Nina adalah seorang wanita yang penakut dan selalu berpikiran yang macam-macam (dalam hal ini macam- macam yang dimaksudkan adalah berpikiran jelek yang berhubungan dengan sesuatu yang menakutkan yaa..
). Pada saat mereka melawati pemakaman, tiba-tiba ada yang menepuk bahu mereka, spontan Nina kaget dan karena saking takutnya dia lari terburu-buru, sedangkan Ani dia tidak merasa takut dan dia justru malah menoleh ke arah dari mana tepukan tersebut berasal. Dalam hal tersebut tergambarkan perbedaan sikap yang muncul akibat adanya suatu hal yang terjadi dari dua orang yang memiliki persepsi yang berbeda.
Persepsi sangat mempengaruhi orang dalam berperilaku, hal ini sangat menarik untuk kita perhatikan, Karena dari hal ini bisa kita tarik suatu kesimpulan. apabila kita ingin berperilaku yang baik dan semua yang kita lakukan menjadi terasa sangat menyenangkan, kita harus awali dengan merubah persepsi kita. Karna semua yang terjadi dalam diri kita, berawal dari persepsi kita sendiri. Mungkin saja ternyata pelajaran fisika yang dari dahulu dianggap banyak orang susah sebenernaya adalah pelajaran yang sangat mudah, lalu memasak yang menurut beberapa orang hal itu amat sangat merepotkan justru adalah suatu hal yang sangat menyenangkan, semua bergantung dari persepsi kita. Lets enjoy our life, jangan membuat hidup yang sulit menjadi lebih sulit dengan suatu persepsi yang salah.
Sebagai pemantapan pemahaman mengnai presepsi serta perbedaan presepsi yang dimiliki setiap orang, berikut ini ada sepenggal cerita yang saya kutip dari http://onomist.wordpress.com/2009/08/06/perbedaan-persepsi/
Perbedaan Persepsi
Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
– Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
– Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari. Waktu berjalan terus.
Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu :
“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.
“Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama. Jawab anak sulung :
“Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut”.
“Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.”
“Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.
MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita… pilihan ada di tangan anda.
‘Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar